(via aquaborealis)
Berhasil. Lagi-lagi aku harus berkata kau berhasil buatku lupa akan rasaku pada dirinya. Memang terlebih dahulu aku telah mencoba untuk membuat diri ini lupa namun tidak hanya itu saja, aku juga mencari sosok yang dapat menghapuskan perasaan yang tidak semestinya ini. Di dalam pencarianku ku temukan sosok dirimu yang tetap berada di sisiku meskipun ku telah berkali terjatuh karena mencinta dan kaupun begitu, namun di kala pencarianku hampir ku hentikkan seketika kau datang menyapa mengizinkan diriku bersandar di dekatmu. Mungkin sudah seharusnya kau tahu bahwa telah lama aku menyayangimu namun kau terus begitu membuatku ragu akan semua rindu. Sedih seketika meraba jiwa ketika ku ingat semua yang telah berlalu. Mengisahkan beribu kisah lucu serta sendu. Aku tak mengerti sejak kapan rasa cemburu itu datang. Aku ragu apakah aku merasa cemburu atau hanya takut kehilangan. Aku hanya tak mau ada yang berhasil memiliki sosok dirimu selain aku. Karena mungkin kau juga tahu bahwa aku telah memperhatikanmu sedari dulu. Bukan apa, tapi hanya nyamanlah yang terasa saat aku berada di sisimu. Candaan serta tawa yang berhasil kau ciptakan membuat diriku tergugah. Hah…. hanya lelah. Hanya bisa menghela nafas akan perjalanan panjangku selama ini. Dalam gemerlapan malam aku bicara kepada bulan. Aku meraung keras melontarkan kecaman perasaan. Aku hanya inginkan ada sesosok malaikat yang setia menunggu hingga akhir perjuanganku. Adakah orang seperti itu? Salahkah harapanku? Sia-siakah anganku? Akankah semuanya hanya berujung pada kesemuan semata?
Aku harap itu kau….
reblog this post
(Source: torn-and-frayed-wings, via radiatepizza-deactivated2012090)